Senin, 23 Agustus 2010

Penelitian Saya Tentang Lesbi dan Hubungannya dengan Meningkatnya Jumlah Homo



Oke, selama ini postingan saya tidak ada unsur ilmiahnya sama sekali, hanya ngakak sini ngakak sana, jayus iya. Heh..itu akan membuat saya dipandang sebelah mata oleh jutaan pembaca setia saya (ngarep ada yg baca).kali ini saya mencoba untuk membuat tulisan yg serius dan setidaknya mengandung unsur ilmiah, yg menandakan saya (kalo nggak mau dibilang sombong) ya GENIUS lah hahaha
(gue baca prolog postingan gue lagi...ckck bukan main)Photobucket

Kali ini saya tertarik untuk membahas masalah LESBI. Kamu tau lesbi? Ya itu sejenis kelainan dimana kaum yg bernama cewek, lebih tertarik untuk menjalin hubungan dengan cewek lainnya. Seperti: arisan, curhat bareng, hang out ^plak (oke, fokus singgih!) maksud saya lebih dari sekedar itu.
Kenapa saya membahas hal ini? Nggak usah tanya. Itu suka2 saya. (bentar ada sms, saya balas dulu) oke lanjut.. saya mengambil topik lesbi karena di kampus saya sedang hangat2nya diperbincangkan masalah buruknya hasil ujian siswa dan betapa mudahnya mahasiswa untuk mendapatkan nilai E (apa seh, nggak fokus neh) maksud saya topik lesbi sedang jadi buah bibir karena menyebar issue bahwa ada oknum mahasiswi yg kegep ciuman di WC!!! (mending ama gue coba). Photobucket
Hipotesis saya mengatakan hal di atas dapat disebabkan oleh:
1. terlalu lama di asrama putri, yg mengakibatkan tidak pernah melihat cowok, sehingga mengalami gangguan mental yg kuat
2. iseng
3. kurangnya kesadaran diri, bahwa di sekitar mereka masih banyak cowok2 cakep seperti saya yg bisa dipacari
tapi mungkin faktor ketiga yg patut dikedepankan.

Berdasarkan hasil riset saya selama 20 tahun (umur lo baru 18, singgih!!), saya menemukan hubungan bahwa semakin meningkatnya faktor lesbi (fx) akan memperbanyak cowok jomblo (n), yg mengakibatkan cowok2 juga menjadi homo (fy). Hal ini dapat saya rumuskan menjadi: 3(fx) = n (n~fy)
”Dimana jika ada 3 cewek lesbi, maka akan ada 1 cowok jomblo, dan jumlah cowok jomblo ekuivalen dengan cowok homo.

Kesimpulan: "Menjadi LESBI atau HOMO sama-sama akan merugikan orang lain. so, bersabarlah untuk menjomblo"
Photobucket

Selasa, 03 Agustus 2010

Uang Rp 1.000,- Akan Menjadi Rp 1,-



Pernahkan anda membayangkan untuk menerima gaji sebesar Rp 1.500 per bulan? Ya, kemungkinan besar hal tersebut akan terjadi kira-kira 5 tahun kedepan jika saat ini gaji anda sebesar Rp 1,5 juta.

Pasalnya, Bank Indonesia (BI) tengah melakukan pembahasan internal untuk dapat melakukan redenominasi. Redenominasi yaitu pengurangan nilai pecahan tanpa mengurangi nilai dari uang tersebut. Kasarnya, angka nol dalam sebuah pecahan akan dikurangi, jika dikurangi 3 angka nol maka Rp 1.000.000 akan menjadi Rp 1.000.

"Redenominasi itu prosesnya akan dibicarakan dulu dengan pemerintah dan presiden dan harus melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru kita sosialisasikan," ujar Gubernur Bank Indonesia terpilih Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin.

Darmin menuturkan, pihaknya akan segera menyampaikan hasil final pembahasan internal kepada pemerintah di tahun 2010. "Belum bisa diputuskan sekarang berapa angka nol yang dikurangi apakah 3 atau 4 namun hasil pembahasan akan diusahakan disampaikan ke pemerintah tahun 2010 ini," jelas Darmin.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia S Budi Rochadi mengatakan, dalam melakukan redenominasi membutuhkan waktu antara empat sampai lima tahun.

"Prosesnya tidak singkat, harus membutuhkan 4 sampai 5 tahun," katanya.

Menurut Budi, diperlukan adanya penarikan uang secara bertahap yang beredar di masyarakat. Seperti diketahu uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000.

Uang rupiah saat ini tercatat mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dollar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.

Budi menuturkan, untuk bisa melakukan penyederhanaan satuan uang tersebut membutuhkan sejumlah persyaratan. Setidaknya ada tiga syarat yang mutlak dipenuhi yaitu kondisi perekonomian yang stabil, inflasi rendah dan stabil, serta adanya jaminan stabilitas harga.

"Hal yang paling sulit dilakukan dengan cepat dan mudah adalah sosialisasi kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa," tukasnya.

Sumber: detik.com
 
Copyright 2009 TEMBOK KELAS