Selasa, 31 Januari 2012

Afika yang Nggak Bisa Ngomong Jeruk

tiba-tiba kebelet posting -.-

akhir-akhir ini saya lagi kecanduan ngeliat Afika (Amanina Afiqah Ibrahim) di tipi. tiap hari saya berusaha nyari iklan oreo jeruk-nya Afika. bapak yg lagi nonton berita, saya pindah chanelnya nyari iklan Afika *dilempar sendal*. di iklan berdurasi pendek itu Afika emang ngegemesin. pipinya tembem, matanya bulet, mulutnya dimonyong-monyongin, cara dia ngomong 'JARUUK', bikin semangat buat ngebungkus Afika buat pajangan di rumah.



saya bersyukur sekali, orang yg menyutradarai iklan oreo tersebut memilih Afika sebagai pemeran utamanya. nggak kebayang gimana jadinya kalo yg jadi bintang iklan adalah anak-abege-labil-yang-kebelet-eksis ala-ala tukang kucek jemur di acara dahsyat? bukannya booming, pasti iklan itu kena banned.

semoga kalo udah gede, Afika tetep lucu, tetep imut, nggak sombong, udah bisa ngomong jeruk dengan benar, nggak ikutan joget-joget di dahsyat, nggak kabur dari rumah, dan nggak ugal-ugalan nabrak pejalan kaki. amin :)

Kamis, 12 Januari 2012

Manjanya Anggota DPR

memang benar demo di depan kantor DPR belakangan ini yang bahkan membawa korek kuping raksasa yang menyimbolkan kuping para anggota DPR udah kesumbat, ato sengaja disumbat sendiri agar pura-pura tidak dengar keluhan rakyat kecilnya.

mereka tidak pernah melihat ke bawah, karena mereka terus menuntut kepuasan atas dirinya sendiri. kepala mereka mendongak ke atas. Angkuh!

para anggota DPR terus menghabiskan uang rakyat untuk kenyamanan pribadinya. ini tiga contoh diantaranya:

RENOVASI TOILET DPR (2M)
faktanya:
tahun ini DPR merencanakan merenovasi toilet di gedung nusantara I yang berjumlah 200buah. memang dana tersebut pantas untuk membuat 200 toilet dengan standar hotel bintang lima. tapi masalahnya, segitu mendesakkah renovasi toilet ini? anggota DPR berkata bahwa toilet mereka pesing dan kotor. bukan kah itu tergantung cara perawatannya? ato jangan-jangan mereka yg tidak pernah membersihkan kotoran mereka sendiri!

solusi saya: mereka seharusnya mencoba WC umum di terminal-terminal! ato mencoba WC alam seperti jutaan warga Indonesia yg belum bisa membangun WC sendiri.

TEMPAT PARKIR MOTOR BARU DPR (3M)
faktanya:
DPR membangun parkir motor dua tingkat baru seluas lapangan bola di depan gedung DPR. alasannya tempat parkir yg lama sudah tidak mampu menampung sekitar 2000 buah motor staf anggota DPR dan setjen DPR.

solusi saya: seharusnya anggota DPR tidak perlu melebarkan tempat parkir, tapi harusnya memberi contoh pada rakyatnya dengan menggunakan angkutan umum. atau mereka malu jika tidak menggunakan kendaraan pribadinya yg bernilai milyaran rupiah itu?

RUANG RAPAT BARU BANGGAR DPR (20M)
faktanya:
ruang rapat baru ini berada di gedung nusantara II. alasannya ruang rapat yg lama di gedung nusantara I, tidak dapat menampung banyak orang, penerangan kurang, dan fasilitas penunjang tidak memadai. sedang ruang yg baru ini memiliki fasilitas CCTV, anti gema, ruang makan, karpet empuk, dan kursi dari Jerman yg super empuk bernilai puluhan juta satuannya. sebagai tambahan: semua furniture nya impor.

solusi saya: buat apa dibuat lebih lebar? toh yg datang juga cuma puluhan orang? lihat betapa lowongnya kursi ketika mereka rapat. saya yakin dengan kursi super empuk serta dinginnya AC, mereka akan semakin nyenyak tidurnya. tidak akan teringat lagi akan rakyat yg diwakilinya. seharusnya mereka rapat di ruang SD yg sudah reot seperti di Belitong. biar mereka mengerti seberapa nyamannya generasi penerus bangsa ini menuntut ilmu.

................

mungkin memang tidak semua anggota DPR pura-pura buta dan tuli, serta tidak peka terhadap apa yg seharusnya menjadi skala prioritas bangsa ini. tapi mereka tetap setuju saja kan ketika semua fasilitas itu telah jadi. memang mereka yg pro rakyat itu minoritas, tapi harusnya satu yg benar itu tetap menang kan melawan ratusan yg salah?

Minggu, 08 Januari 2012

Penelitian: Kacamata Menambah Ketampanan Pria

kacamata, alat bantu penglihatan yg sangat penting bagi orang-orang seperti saya. saya sendiri telah memakai kacamata sejak kelas 2 sma.

setelah mengadakan penelitian selama semalam, saya menemukan ternyata efek kacamata tidak hanya sebagai alat bantu penglihatan saja. tetapi juga untuk menambah ketampanan seorang pria. ini bukti beberapa teman saya.

Benny Kurniadi (@_benkur)


kegantengan bertambah 20%
pada dasarnya benny udah ganteng *uang transfer yo, ben*

Adhrid Rahmad Fani (@adhridrahfani)


kegantengan bertambah 50%
bisa dilihat bagaimana gembelnya adhrid sebelum memakai kacamata. ia sedikit terpelajar setelah memakainya

Rizky Anggara (@angbuntal)


kegantengan bertambah 90%
patokannya bisa dilihat dari perbandingan kaum hawa di sekitar dia

Aulia Yudha Pratama (@yuyudhaaa)


kegantengan bertambah 100%
"cak maho sumpah!" - adhrid, 19th, tukang ojek

Singgih Anggara Sudarta (@singgihanggara)


kegantengan bertambah 1%
gak banyak berubah -.-

begitulah efek kacamata, mengagumkan bukan?

Kamis, 05 Januari 2012

Pejabat dengan Pengawalan Polisi, Berlebihan!

posting ini dibuat ketika saya baru saja sampai di rumah. selama perjalanan tadi ada hal yg membuat saya dongkol. iring-iringan pejabat yg terhormat dengan menggunakan pengawalan polisi itu dengan angkuhnya menyuruh kendaraan lain untuk menepi, memberikan jalan agar para pejabat dapat leluasa melewati 'jalan umum pribadi' nya.



truk-truk bermuatan penuh yg beresiko bila menepi di bahu jalan yg agak miring, ibu-ibu yg baru bisa mengendarai motor yg terlihat kaget mendengar sirene polisi, dan saya sendiri beserta pengendara motor lainnya yg tidak diijinkan menyalip mobil pejabat tersebut! dengan rokok di tangan salah seorang pejabat mengulurkan tangannya lewat jendela memberi isyarat kepada saya dan pengendara motor lainnya agar pelan-pelan dan tidak menyalip mobilnya. bagaimana perasaan kalian jika perjalanan kalian terganggu seperti saya?

kami juga membayar pajak bapak ibu yg terhormat! lagi pula sikap pejabat dengan pengawalan polisi itu berlebihan untuk ukuran pejabat kecil yg dipilihnya sendiri bedasarkan suara rakyat. miris -.-

di jaman seperti ini masih saja kita merasakan bentuk feodalisme para pejabat. berlagak seperti raja yg harus dihormati ketika berada di jalan dan menganggap jalan umum itu miliknya sendiri. bukannya berwibawa, malah jadi umpatan masyarakat. tidak pantas.
 
Copyright 2009 TEMBOK KELAS