Jumat, 10 Februari 2012

Fotografi dan Budaya Latah

FOTOGRAFI. dunia yang menarik bagi banyak orang. nggak usah dijelasin lagilah apa arti dari fotografi itu, bisa kalian cari sendiri di wikipedia. menurut saya sendiri fotografi itu tidak hanya sekedar mengabadikan sebuah gambar, tetapi bagaimana gambar itu memiliki cerita yang ingin kita sampaikan.





semakin berkembangnya teknologi membuat kamera (SLR, kamera digital, ponsel berkamera) menjadi lebih terjangkau bagi peminatnya. saya sendiri memiliki sebuah kamera digital merk sony. dan dengan gampangnya seseorang memperoleh kamera, berlomba-lombalah mereka terjun ke dunia fotografi, bahkan tidak sedikit yang mencoba menekuninya. kursus, membeli kamera berkualitas serta lensa yg bermacam-macam, hunting foto. unjuk kualitas hasil fotonya melalui jejaring sosial, lihatlah foto baru yang diunggah ke facebook tiap harinya. dari foto pemandangan sampai foto yang menempelkan telunjuk di depan bibir. kegiatan ini tentu adalah kegiatan yang positif karena dunia fotografi memacu kita untuk mengeluarkan daya imajinasi dan kreativitas kita. mengeksplore ide-ide baru yang belum pernah ada.

tapi semoga semua ini tidak hanya menjadi budaya latah masyarakat Indonesia yang ikut-ikutan ketika ada sesuatu yg booming. si A beli SRL, lalu si B lihat dan meminta juga pada orang tuanya (semoga orang tua si B mampu), begitu seterusnya. si C juga punya SLR, dibawa kesekolah, ke mall, tapi sebenarnya selalu pake mode auto. janganlah kamera yg mahal dijadikan semacam tuntutan pergaulan. seseorang akan dianggap gaul jika telah menenteng SLR kemana-mana *geleng-geleng*. syukur-syukur jika kita memang menekuni dunia fotografi dengan serius, membeli kamera yang bagus, dan memperoleh penghasilan dari fotografi. ini baru jempol :)

kalo cuma sebatas hobby, mulailah dari yang murah. jangan menyusahkan orang tua kita. toh gambar yang diambil dari kamera digital atau kamera handphone bisa diedit lagi dan hasilnya tidak mengecewakan. tapi memang tidak bisa dipungkiri, ketika kita akan mengambil foto dengan kamera digital atau handphone, lalu disebelah kita ada sesorang yang mengintip dari balik lensa apalagi yang 'moncong panjang', kita akan otomatis memasukan kamera atau handphone kita ke dalam saku. semacam tindakan alam bawah sadar haha

jadi mengungkapkan seni foto tak mesti latah dan memakai kamera yang mahal. tenang saja, seni punya mata-mata tersendiri yang menanggapnya bagus. tak perlu ikut-ikutan, setiap orang punya aliran sendiri dalam menciptakan karya fotonya. itulah ciri khas yang membuatnya akan dikenal.

2 komentar:

  1. untuk sebagian orang kamera SLR adalah identitas sosial.. pendongkrak nama di depan orang lain.. biar dibilang gaul, banyak uang dan sangat berbakat dalam fotograpi..

    Tapi nyatanya, ilmu fotographi-nya sama sekali ga ada.. nol besar!!!! so pathetic....

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo buat hobby dan nggak nyusahin orang tua sah-sah aja :)

      yang buat pamer dan ikut-ikutan itu yg menyedihkan :(

      Hapus

 
Copyright 2009 TEMBOK KELAS