Jumat, 27 April 2012

Karena Tulang Rusuk dan Pemiliknya Tak kan Pernah Tertukar

Teruntuk kamu yang selalu kusebut dalam doaku

Sudah 25 bulan kita bertahan. Kita adalah pasangan dengan berbagai perbedaan. Suku, agama, lingkungan sosial, usia dan pemikiran. Dengan perbedaan itu seharusnya kita nggak akan berjalan lama. Kamu yang selalu menyemangati saya selama ini ketika saya lelah. tapi sekarang kamu yang menyerah. kita berhenti menulis mimpi kita. Masih hangat asap yang membumbung di atap gedung, lantai tiga. Itu asap dari lilin dua tahunan yang kita tiup sambil melantunkan harapan-harapan kita kepada-Nya. Saya cium kening kamu di gerimis sore itu. Itu cuma salah satu tempat dimana jejak langkah kita terekam. Saya lihat sekitar, berkeliling. Jejak kita ada di setiap sudut kota. Tapi kini saya melihatnya sendirian.

Hati kamu telah dimenangkan oleh orang lain. Hal yang paling menyakitkan saat tahu orang yang kita sayang sedang membicarakan masa depan dengan orang lain. Tertawa. Bercerita dengan senyum lepas. Menggandeng tanganmu. Melakukan semua yang pernah saya lakukan dengan mu. Orang itu telah sempurna menggantikan saya dan mengambil hal terbaik yang pernah saya punya. Bagaimana bisa saya kehilangan seseorang yang tiap hari ada dengan cintanya. Orang yang selalu tersenyum untuk saya. Kini cinta dan senyumnya telah diperuntukkan pada orang yang berbeda.

Nggak ada lagi kamu yang membangunkan saya saat pagi dan memaksa tidur ketika larut malam. Nggak ada lagi muka kamu yang tembem kalo lagi ngambek.  Nggak ada lagi kamu yang jinjit-jinjit genit di gang rumah kamu saat saya jemput. Nggak ada lagi kamu yang saya kagumi dari balik lensa kamera. Nggak ada lagi kata rindu dari mullut kamu yang selalu ingin membuat saya datang ke depan pintu rumah kamu. Nggak ada lagi kamu…

Saya rindu kamu. Untuk itu kupaksa bertemu ibumu, walau hanya ingin menanyakan kabarmu. Dia bercerita bahwa kamu sekarang sudah lebih rajin belajar, rajin beres-beres rumah, salatnya nggak pernah bolong lagi. Saya cuma tersenyum, semua pernyataan bahwa saya masih sayang kamu saya telan lagi. Ternyata kamu lebih baik tanpa saya. Kamu lebih bahagia dengan dia. Di depan ibumu saya tertawa. Hati saya hancur saat itu juga.

Di dalam dada saya nggak pernah berkurang meneriakkan kata sayang bahkan sejak akhir November 2009 saat pertama kali saya melihat kamu di tempat bimbel kita. Saya selalu percaya padamu. Bahkan terlalu percaya sampai  saya tidak pernah memikirkan atau memiliki rencana selanjutnya jika kamu tidak lagi di samping saya. Saya tetap mempertahankan mu walau nampak begitu menyedihkan. Begitu menyedihkan sampai tiap menit saya menekan F5 di timeline kamu. Setiap dada saya sesak entah mengapa selalu ada suara yang meyakinkan saya bahwa saya harus bertahan. Saya memang bodoh terus mempertahankan hal yang membuat saya menderita, tapi hal yang saya pertahankan itu satu-satunya yg membuat saya bahagia. Hati kamu memang nggak bisa dipaksa buat kembali pada saya, hidup ini pilihan dan kamu telah memilihnya. Ini cuma masalah waktu sampai saya terbiasa melihat orang yang saya sayang bahagia dengan pilihannya. Sampai saat saya bisa ikhlas seperti itu, biarkanlah saya tetap menyanyangimu.

“karena tulang rusuk dan pemiliknya tak kan pernah tertukar, dan akan bertemu pada saatnya.”

3 komentar:

  1. ga akan tertukar tapi mungkin saja ditukar.. Tulang Rusuk yang Ditukar..

    BalasHapus
  2. saya baca artikel ini di poscinta awalnya, akhirnya menyusuri sampai kesini... :D

    terjebak dalam perbedaan itu so *argh......
    hhahahhaa

    BalasHapus
  3. Saya pun merasakan dan masih menjalaninya sampai saat ini. Setia untuk orang yang kita miliki itu mudah, tapi setia untuk orang yang tidak kita miliki itu yang tidak mudah. Keyakinan ini pun membuat saya menunggu dan setia. Kita hebat !! Semangat untuk keyakinan kita. Suatu saat saya yakin kita pasti menemukan seseorang terbaik, siapapun itu :))

    BalasHapus

 
Copyright 2009 TEMBOK KELAS